Walikota Bandung Tertarik Sistem Informasi Tempat Tidur Rumah Sakit Kota Semarang

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Foto : asatu.id/dok

Walikota Semarang Hendrar Prihadi
Foto : asatu.id/dok

SEMARANG (Asatu.id) – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, menjadi narasumber dalam diskusi publik implementasi aplikasi JAGA untuk pencegahan Korupsi di Kantor KPK Jl. Rasuna Said Jakarta, kemarin.

Walikota yang akrab disapa Hendi ini, diminta untuk memaparkan sejumlah sistem Smart City yang sudah berjalan di Kota Semarang, diantaranya adalah sistem Informasi APBS online (Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah) dan Sistem Informasi Tempat Tidur Rumah Sakit didepan peserta seminar yang terdiri dari Sekretaris Daerah Propinsi se Indonesia, Sekjen Kementerian dan NGO seperti ICW, TII, Pattiro juga kelompok perempuan anti korupsi SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) dari beberapa propinsi di Indonesia.

Hendi memaparkan kelebihan dari sistem informasi APBS yang bisa langsung diakses oleh masyarakat, sehingga masyarakat tahu persis mengenai anggaran belanja di sekolahnya. “Semua harus dipaparkan kepada publik, Demikian juga dengan sistem informasi tempat tidur rumah sakit, melalui sistem ini akan memudahkan masyarakat mengetahui ketersediaan tempat tidur di rumah sakit”, katanya.

Lebih lanjut, Hendi mengatakan, bahwa Smart City tidak akan ada gunanya bila tidak mampu memberikan perbaikan pelayanan kota. “Salah satunya dalam hal pencegahan korupsi, seperti pada APBS Online di Kota Semarang, dengan sistem ini setiap orang bisa mengetahui apakah di sekolah ada pungli atau tidak, karena anggaran setiap sekolah kita publikasikan,” kata Hendi.

Sementara Walikota Bandung, Ridwan Kamil, yang juga hadir sebagai narasumber justru menyatakan ketertarikannya pada sistem informasi tempat tidur rumah sakit milik pemerintah kota Semarang. “Rencana saya juga mau buat yang seperti itu, tapi karena di Semarang sudah ada, saya pinjam sistem Semarang saja,” pinta Ridwan Kamil kepada Hendi.

Ketua KPK Agus Rahardjo, menyatakan, aplikasi JAGA sendiri adalah sebuah aplikasi mobile yang dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pencegahan Korupsi dengan sistem keterbukaan anggaran, aplikasi JAGA menjadi representasi kepedulian masyarakat dan pemerintah daerah terhadap sekolah, rumah sakit, puskesmas dan PTSP untuk menyediakan layanan dan fasilitas yang bersih dan transparan.

“Setidaknya ada 4 fitur dalam aplikasi JAGA yang akan segera diluncurkan pada bulan Desember yaitu JAGA Sekolahku, JAGA Puskesmasku, JAGA Rumah Sakitku, dan JAGA Perizinanku,” ujarnya.

Agus menambahkan, KPK yang mempunyai peran sebagai monitoring kebijakan pemerintah dan pencegahan korupsi memperkenalkan aplikasi JAGA yang bisa diunduh digadget anda, jadi nanti dengan mudah semua orang bisa mengaksesnya.

“Kalau kita berbicara Revolusi Mental maka harus dengan perubahan, perubahan itu harus difasilitasi dengan perubahan sistem jadi sistemnya harus diubah kemudian orang yang memberikan pelayanan juga harus diubah, masyarakat yang dilayani juga harus diubah, bukan hanya kritis tetapi juga memberikan masukan-masukan,” tandasnya.(JPL)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *