Komisi D Mediasi Dengan PT.Simoplas Terkait 1900 Karyawannya Dirumahkan

20161107_115401SEMARANG (asatu.id) – Perihal tentang aduan masyarakat ke Dewan Perwakilan Rayat Daerah (DPRD) Kota Semarang tentang kisruh permasalahan yang dialami oleh nasib karyawan PT.Simoplas.

Dalam tersebut Komisi D DPRD Kota Semarang yang membidangi ketenagakerjaan meminta penjelasan direksi PT Simoplas terkait masalah pembayaran gaji ribuan karyawannya yang belum dibayar mendatangi kantor PT Simoplas di Randugarut Kecamatan Tugu untuk mengetahui pasti pokok permasalahan yang sedang terjadi, Senin (7/11).

Pasalnya rapat yang di gelar tersebut berlangsung secara tertutup oleh awak media. Dengan alasan mereka hanya mau berbicara secara rinci kepada anggota dewan saja, dan pihak perusahaan tidak mau diekspos serta jadi konsumsi publik.

Seperti diketahui sebelumnya, bahwa PT Simoplas merumahkan 1900 pekerjanya dan belum menmberikan gaji selama 7 bulan. Selain itu, perusahaan juga belum melunasi tanggungan iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Rukiyanto menyarankan, jika terjadi keuangan yang tidak stabil pada perusahaan, maka perlu adanya suntikan dana. Nah dalam ini perlu adanya investor baru demi kelangusngan produksi di perusahaan tersebut. “PT.Simoplas mempunyai hampir pailit, saya menyarankan untuk mencari investor tambahan demi terjaganya produksi pabrik yang kian terpuruk,” jelasnya seusai rapat tertutup dengan PT.Simoplas kepada asatu.id, Senin (7/11).

Pihaknya berharap, permasalahan yang dialami oleh PT.Simoplas ini bisa menemukan jalan keluar, mengingat 1900 pekerja yang mengantungkan kelangsungan hidupnya di perusahaan tersebut. “Saya menghimbau agar masalah ini bisa segera teratasi serta menemukan jalan yang terbaik antara perusahaan dan karyawan, agar nantiya tidak timbul terjadinya gesekan antara PT.Simoplas dengan karyawannya dan apa yang sudah menjadi hak karyawan semoga dapat bisa dibayarkan segera,” pungkasnya.(AC)

216

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan